Menengok Proyek MRT Sepanjang 51 Km di Malaysia

(Istimewa)

(Istimewa)

Pemerintah Malaysia saat ini sedang mengembangkan moda transportasi kereta modern Mass Rapid Transit (MRT). Proyek MRT ini mulai dibangun pada 8 Juli 2011 silam dan diluncurkan oleh Perdana Meteri Malaysia Sri Mohd Najib Bin Tun Abdul Razak.

MRT fase I ini dibangun di Kuala Lumpur membentang sepanjang 51 kilo meter (km) dari Sungai Buloh-Kajang. Dari pantauan detikFinance, saat ini pembangunan stasiun proyek MRT bawah tanah (underground) sedang dilakukan.
MRT Corp Malaysia selaku yang punya proyek berkesempatan memberikan pemaparan, didampingi Pelaksana Harian CEO MRT Corp Haris Fadzilah Hassan, Direktur Komunikasi dan PR MRT Corp Amir Mahmood Razak dan CEO MRT Jakarta Dono Boestami, awak media diberi kesempatan melihat pekerjaan stasiun bawah tanah Kuala Lumpur Sentral dan Pasar Rakyat.
Sebelum masuk ke lokasi proyek, awak media dan rombongan MRT Jakarta harus menggunakan rompi, sepatu dan helm standar keselamatan kerja. Sesaat akan masuk ke lokasi proyek, semua rombongan harus mengikuti arahan petugas proyek tentang teknis keselamatan.
“Perhatikan perlengkapan keselamatan Anda. Jangan berpisah dari rombongan dan ikuti tanda berkumpul saat terjadi kondisi darurat,” kata salah satu petugas proyek kepada rombongan di Stasiun Kuala Lumpur Sentral, Kuala Lumpur, Kamis (23/1/2014).
Saat memasuki area pembangunan Stasiun Kuala Lumpur Sentral, rombongan harus menuruni tangga darurat secara perlahan-lahan. Stasiun ini memiliki kedalaman sekitar 17 meter. Di dalam stasiun terlihat 2 buah tunnel boring machine (TBM) berdiameter 6,6 meter yang sedang diistirahatkan.
Namun sayangnya rombongan tidak diperkenankan melihat lebih dekat TBM karena alasan keselamatan. TBM ini telah melobangi rute bawah tanah dari Stasiun Semantan ke Stasiun Kuala Lumpur Sentral sepanjang 1,4 km.
“Panjang 1,4 km. Ini mulai pengeboran dari Juli sampai Desember 2013. Sekitar 6 bulan jalan. Ini selesai sebelum Natal kemarin,” kata Direktur Komunikasi dan PR MRT Corp Amir Mahmood Razak.
Nantinya 2 TBM ini akan digunakan lagi untuk membangun terowongan menuju stasiun bawah tanah berikutnya. Pada Stasiun Kuala Lumpur Sentral juga akan dibangun terowongan untuk penumpang yang akan ke atau dari Stasiun Pusat Kuala Lumpur.
Stasiun ini nantinya akan menjadi titik pertemuan moda transportasi seperti kereta commuter (Keretapi Tanah Melayu Berhad), kereta bandara (KLIA Transit), monorel hingga LRT.
“Connecting dengan Stasiun KL Center. Itu ada kereta bandara, LRT, intercity train, monorel. Nanti akan dibuat terowongan 300 meter untuk lalu lintas penumpang,” jelasnya.
Setelah mengintip pembangun Stasiun MRT Kuala Lumpur Sentral selama 20 menit, rombongan menggunakan bus kembali melanjutkan perjalanan menuju Stasiun Pasar Rakyat. Stasiun ini berlokasi di pusat bisnis dan dekat Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kuala Lumpur.
Selama perjalanan melewati jalan raya, rombongan beberapa kali melihat proses kontruksi proyek MRT rute layang (elevated) dan bawah tanah. Sesampainya di Stasiun Pasar Rakyat, rombongan kembali harus mengikuti intruksi petugas tentang keselamatan proyek. Stasiun Pasar Rakyat sendiri merupakan stasiun MRT terdalam di antara stasiun underground yang sedang dibangun.
“Kedalamannya sampai 45 meter. Ini stasiun terdalam karena stasiun merupakan stasiun interchange. Jadi akan ada 4 tunnel di sini. Ini stasiunnya dibangun 5 tingkat,” sebutnya.
Area stasiun ini ke depan akan dijadikan sebagai pusat keuangan dan komersial baru di Kuala Lumpur. “Akan dibangun Tun Razak Exchange (seperti BEI). Semuanya pusat finansial, termasuk high apartemen,” terangnya.
Proyek MRT Kuala Lumpur tahap I ini dibangun sepanjang 51 km dan bisa beroperasi pada 31 Juli 2017. Proyek ini nantinya memiliki 31 stasiun dengan rute bawah tanah sepanjang 9,5 km dan rute layang sepanjang 41,5 km.
Saat beroperasi, MRT Kuala Lumpur ini sanggup mengangkut hingga 400.000 penumpang per hari. Proyek ini dikembangkan oleh MRT Corp dan berada di bawah tanggung jawab Perdana Menteri Malaysia serta diawasi oleh Land Public Transport Commision (SPAD) dan dikerjakan oleh konsorsium MMC-Gamuda.
Sumber Berita: Detik.com, Kamis, 23/01/2014 07:12 WIB
http://finance.detik.com/read/2014/01/23/071236/2475503/4/3/menengok-proyek-mrt-sepanjang-51-km-di-malaysia

Leave a Reply


Copyright © 2018 MASYARAKAT TRANSPORTASI INDONESIA · All rights reserved · created by Ratim